bukan dari keyakinan yang buta.
Sebab setiap cahaya yang ditemukan
selalu diawali oleh keberanian
untuk mempertanyakan gelap.
Seperti Socrates yang meneguk racun
demi mempertahankan kebenaran,
seperti Plato yang memandang dunia
hanya bayangan dari kenyataan yang
lebih dalam,
aku pun berdiri di antara tanya dan
makna,
mencari sesuatu yang tak pernah
selesai dicari.
Descartes berbisik dari kejauhan,
"Aku berpikir, maka Aku
ada."
Namun pikiranku kembali bertanya,
apakah kesadaran cukup untuk
menjadi nyata?
Atau kah Aku hanya mimpi yang sedang
bermimpi,
bayangan yang mengira dirinya
cahaya?
Aku berjalan di jalan yang tak
bernama,
di antara takdir dan kebebasan
memilih.
Setiap langkah terasa seperti
teka-teki;
apakah telah ditulis sejak awal,
atau justru sedang ku tulis sendiri
dengan jejak-jejak yang
ku tinggalkan?
Para Stoik mengajariku penerimaan,
menerima apa yang tak mampu diubah.
Namun kaum eksistensialis
berteriak,
bahwa hidup adalah pilihan,
dan manusia adalah pencipta
maknanya sendiri.
Di antara dua kutub itu,
Aku memilih menjadi peziarah,
yang tak tergesa menemukan jawaban.
Nietzsche pernah berkata
bahwa Tuhan telah mati.
Namun di kedalaman sunyi yang
paling sunyi,
sesuatu tetap berdenyut,
sesuatu yang tak dapat dijelaskan
oleh logika maupun penolakan.
Mungkin kebenaran bukanlah tujuan,
melainkan jalan yang terus
memanggil.
Bukan rumah tempat beristirahat,
tetapi perjalanan yang tak pernah
usai.
Sebab setiap jawaban melahirkan
pertanyaan baru,
dan setiap akhir hanyalah pintu
menuju awal yang lain.
Kini aku tak lagi memburu semua
jawaban.
Aku hanya ingin memahami
bahwa diriku adalah bagian kecil
dari misteri yang tak berbatas.
Bagian dari semesta yang luas dan
sunyi,
yang terus bergerak tanpa perlu
menjelaskan dirinya.
Dan di tengah langit yang dipenuhi
bintang,
Di hadapan waktu yang tak mengenal
belas kasih,
Aku tetap bertanya.
bukan karena Aku tersesat,
melainkan karena pertanyaan itu
sendiri
adalah tanda bahwa Aku masih hidup.
Sebab selama rasa ingin tahu belum
padam,
selama keraguan masih berani
mengetuk kesadaran,
selama hati masih mencari makna di
balik segala yang tampak,
Aku akan terus berjalan.
Dan di tengah alam semesta yang
luas dan sunyi,
Aku tetap bertanya maka aku tetap hidup.
Penulis : Filsuf Jalanan
Editor : Hafida Hakimatul Khoiriyah
0 Komentar