KEDIRI – Korps PMII Putri (KOPRI) Rayon Abraham sukses menyelenggarakan kaderisasi formal Sekolah Islam Gender (SIG) ke-IV. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (25–27 Desember), bertempat di Balai Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih.
Ketua Pelaksana, Binti Faiqotul Khoiriyah, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian integral dari jenjang kaderisasi formal yang wajib diikuti oleh anggota KOPRI. Selain sebagai tuntutan organisasi, SIG digelar untuk menumbuhkan pemahaman gender yang kuat, baik dari sudut pandang logis maupun teologis, di kalangan kader.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran kritis kader mengenai relasi gender yang berkeadilan. Ini adalah gerbang awal bagi mereka dalam menempuh jenjang kaderisasi di KOPRI,” ujar Binti.
Pada tahun ini, SIG Rayon Abraham mengusung tema besar mengenai revitalisasi gerakan dan penguatan nalar kesetaraan. Binti memaparkan bahwa makna di balik tema tersebut adalah upaya menghidupkan kembali semangat pergerakan KOPRI.
Melalui materi-materi kesetaraan yang disampaikan, diharapkan tercipta lingkungan gender yang inklusif—sebuah tatanan sosial yang tidak membedakan hak antara laki-laki dan perempuan, maupun sekat antara strata sosial tinggi dan rendah.
Acara ini diikuti oleh 19 peserta, yang terdiri dari 15 peserta internal Rayon Abraham dan 4 peserta dari pihak eksternal. Selama kegiatan, para peserta dibekali dengan berbagai metode pembelajaran, mulai dari penyampaian materi secara teoretis, Small Group Discussion (SGD), hingga Focus Group Discussion (FGD).
Meski sempat menghadapi beberapa kendala teknis di lapangan, Binti menyatakan bahwa acara tetap berjalan lancar berkat tekad kuat dari seluruh panitia. Ia berharap ilmu yang didapatkan para peserta tidak hanya berhenti sebagai teori di dalam forum.
“Harapan kami, peserta yang telah mengikuti SIG ke-IV ini tidak hanya sekadar paham materi, tetapi mampu menerapkan nilai-nilai kesetaraan tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Penulis : Binti Faiqotul Khoiriyah, Hafida Hakimatul Khoiriyah
Editor : Hafida Hakimatul Khoiriyah

0 Komentar