Dokumentasi Diskusi, sumber: Abraham
KEDIRI – Dalam upaya mencetak kader yang berintegritas dan berpikiran terbuka, pengurus Rayon Ushuluddin menyelenggarakan diskusi intensif pada Minggu (21/12/2025). Mengangkat tema yang cukup berbobot, yakni "Komparasi Sekularisme dan Puritanisme Agama dalam Bingkai Peradaban Manusia", acara ini digelar sebagai wadah pengembangan kapasitas intelektual anggota.
Diskusi yang berlangsung selama satu setengah jam di Sekretariat Rayon Ushuluddin ini dihadiri oleh sejumlah pengurus dan anggota aktif, di antaranya Athoy, Rijal, Alif, serta beberapa kader lainnya.
Muh. Alifu Daffaa, selaku narasumber sekaligus perwakilan penyelenggara, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki urgensi yang lebih besar daripada sekadar menjalankan agenda organisasi.
"Tujuan digelarnya acara ini bukan hanya sekadar untuk memenuhi program kerja (proker) yang ada, akan tetapi untuk menumbuhkan semangat berpikir kritis para kader," ujar Alifu saat memberikan keterangan.
Ia juga menambahkan bahwa latar belakang diskusi ini berfokus pada pelatihan bagi para kader agar senantiasa mengedepankan sikap keadilan dalam memandang berbagai fenomena sosial-keagamaan. Dengan membedah kutub sekularisme dan puritanisme, kader diharapkan mampu memahami dinamika peradaban manusia secara lebih komprehensif.
Sepanjang sesi, jalannya diskusi berlangsung sangat aktif dan mengesankan. Para peserta terlibat dalam tanya jawab dinamis yang membedah bagaimana posisi agama dan negara dalam sejarah manusia.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara menaruh harapan besar pada hasil jangka panjang bagi setiap peserta. "Harapannya, setelah acara ini para anggota dapat menjadi kader yang lebih bijak dan kritis dalam menyikapi berbagai masalah yang muncul di tengah masyarakat," tutup Alifu.
Penulis :Muh. Alifu Daffaa, Hafida Hakimatul Khoiriyah
Editor: Hafida Hakimatul Khoiriyah

0 Komentar